Beranda Berita Ketua BEM Menjadi Korban Aksi Pengeroyokan Oknum Organisasi Eksternal Kampus

Ketua BEM Menjadi Korban Aksi Pengeroyokan Oknum Organisasi Eksternal Kampus

18
0
BERBAGI

Palembang, Tinta Mahasiswa − Jumat, 3 Mei 2019 terjadi kericuhan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang sekitar pukul 14:00 WIB. Saat itu tengah berlangsungnya acara pengurus organisasi ekstra kampus di ruang Munaqosyah yang dihadiri oleh pengurus serta Dekan Fushpi Dr Alfi Julizun Azwar MAg.

Usut punya usut ketika reporter Tinta Mahasiswa menyambangi lokasi dan meminta konfirmasi kepada pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terkait permasalahan, selaku Gubernur Fushpi Andika Tegar Pahlevi mengatakan bahwasannya permasalahan ini terjadi dikarenakan tidak adanya surat pemberitahuan dari pihak penyelenggara akan mengadakan acara yang menggunakan fasilitas Fushpi. Andika sempat menanyakan secara baik-baik dengan pihak panitia perihal surat pemberitahuan acara namun pihak panitia tidak dapat memberikan dan mengatakan bahwasannya tidak ada surat pemeritahuan tersebut.

Sebelum sempat menanyakan perihal surat langsung kepada pihak panitia, Andika bersama Ketua Senat Mahasiswa (Semaf) Muhammad Idil mengkonfirmasi acara tersebut kepada Wakil Dekan III sebagai jembatan mahasiswa dan jajaran Dekan di fakultas Bapak Dr. Muh. Mawangir, M. Ag mengatakan bahwa tidak ada surat pemberitahuan yang juga sampai kepada beliau dari pihak panitia tersebut. Ketika tidak adanya surat pemberitahuan acara, Andika meminta kepada rekannya Wakil Gubernur Fushpi Ahmad Wahyudi untuk menurunkan banner kegiatan tersebut yang tak lama setelah itu pihak panitia melayangkan pukulan terhadap Andika dengan pengeroyokan.

Andika juga mengatakan bahwa ketika dirinya sedang dikeroyok sehingga kacamata yang digunakannya patah dan juga mengakibatkan lebam di sekitar wajah, Pak Dekan Fushpi yang ada disana hanya melihat dan tidak melakukan peleraian seperti harapannya. Beruntung, Ketua Semaf melerai kejadian tersebut yang ternyata membuat dirinya juga ikut dipukuli. Andika geram melihat sikap Pak Dekan Fushpi langsung mendekati dan menanyakan mengapa beliau hanya diam dan tidak melerai yang berujung pada penamparan.

“Saya dikeroyok Bapak hanya diam saja, Bapak selaku Dekan seharusnya Bapak…”

“Plak!”

“Belum selesai Saya berbicara, Pak Dekan langsung menampar wajah Saya dengan keras dan Saya segara menuju ruangan BEM untuk menenangkan diri yang ternyata dikejar oleh Pak Dekan ” Ujar Andika.

Didalam ruangan Badan Eksekutif Mahasiswa, Pak Alfi mengajak untuk audiensi dadakan perihal masalah bersama panitia acara serta jajaran BEM dan Semaf yang berakhir sangat alot dan tidak memiliki penyelesaian yang konkrit.

Memang benar menurut Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, maka Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus dalam Kehidupan Kampus tidak berlaku lagi, namun jika dalam hal seperti ini seharusnya pihak organisasi eksternal mengirimkan surat pemberitahuan terkait acara yang akan diselenggarakan mengingat masih dilingkungan kampus dan mengikuti struktur aturan organisasi kampus yang ada.

“Untuk saat ini telah kami laporkan ke pihak yang berwajib dan sedang dalam proses guna mempertanggung jawabkan perbuatan yang terjadi”. Pungkas Gubernur Fushpi.

 

 

 

 

 

 

(yas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here